NIM : 051603503125173
PSIKOLOGI KOMUNIKASI
SISTEM KOMUNIKASI ORGANISASI
Redding
dan Sanborn (dalam Muhammad, 2009:65) mengatakan bahwa komunikasi
organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi
yang kompleks. Yang termasuk dalam bidang ini adalah komunikasi
internal, hubungan manusia, hubungan persatuan pengelola, komunikasi downward atau komunikasi dari atasan dan bawahan, komunikasi upward atau
komunikasi dari bawahan ke atasan, komunikasi horizontal atau
komunikasi dari orang-orang yang sama level atau tingkatnya dalam
organisasi, keterampilan berkomunikasi dan berbicara, mendengarkan,
menulis dan komunikasi evaluasi program.
Onong
U. Effendy (dalam Suprapto, 2011:105) menyatakan organisasi sebagai
suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan dan pembagian tugas. Karena
komunikasi dalam organisasi mempunyai hubungan dengan satu atau lebih
dimensi-dimensi struktur organisasi (misalnya peranan, status,
kompleksitas teknologi, pola-pola otoritas, dan sebagainya). Komunikasi
organisasi dapat bersifat formal dan informal. Komunikasi formal adalah
komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya
berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam
organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan
dalam organisasi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang
disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi , tetapi
lebih kepada anggotanya secara individual (Wiryanto, 2006:55).
Perbedaan
konseptual mengenai komunikasi organisasi ini terlihat dalam fenomena.
Down dan Larimer mengemukakan 21 bidang yang diajarkan dalam mata kuliah
komunikasi organisasi yaitu komunikasi dari atasan ke bawahan,
komunikasi dari bawahan kepada atasan, teori organisasi, komunikasi
horizontal, pembuatan keputusan, komunikasi kelompok kecil,
kepemimpinan, teknik penelitian, motivasi, interview, perubahan dan
inovasi, pengelolaan konflik, pengembangan organisasi, teknik
konferensi, teori manajemen, latihan konsultasi, mendengar, kepuasan
kerja, berbicara di muka umum, menulis dan latihan yang sensitif.
Organisasi sebagai kerangka (framework)
menunjukkan adanya pembagian tugas antara orang-orang di dalam
organisasi itu dan dapat diklasifikasikan sebagai tenaga pimpinan dan
tenaga yang dipimpin (Effendy, 2009:122). Komunikasi internal dibagi
menjadi dua dimensi, yaitu komunikasi vertikal dan komunikasi
horizontal.
a. Komunikasi Vertikal
Komunikasi vertikal terdiri dari downward communication dan upward communication, adalah komunikasi dari pemimpin kepada bawahan atau dari bawahan kepada pemimpin secara timbal balik (two way traffic communication). Jalan pemikiran manusia yang menjalankannya menentukan suksesnya proses komunikasi yang berdasarkan frame of reference dari masing-masing pelaku komunikasi (Effendy, 2009:36).
b. Komunikasi Horizontal
Komunikasi
horizontal ialah komunikasi secara mendatar, antara anggota sraf dengan
anggota staf, karyawan dengan sesama karyawan, dan sebagainya.
Komunikasi horizontal cenderung tidak formal, oleh karenanya desas-desus
sangat cepat menyebar baik tentang pimpinan maupun tentang kolega.
Desas-desus ini yang bisa berkembang menjadi konflik dalam organisasi.
Komunikasi
organisasi terjadi kapanpun setidak-tidaknya satu orang yang menduduki
suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukan.
Analisis komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak
transaksi yang terjadi secara simultan. Sistem tersebut menyangkut
pertunjukan dan penafsiran pesan di antara lusinan atau bahkan ratusan
individu pada saat yang sama yang memiliki jenis-jenis hubungan
berlainan yang menghubungkan yang pikiran, keputusan dan perilakunya
diatur oleh kebijakan-kebijakan, regulasi, dan “aturan-aturan”, yang
mempunyai gaya berlainan dalam berkomunikasi, mengelola, dan memimpin,
yang dimotivasi oleh kemungkinan-kemungkinan yang berbeda, yang berada
pada tahap perkembangan berlainan dalam berbagai kelompok yang
mempersepsi iklim komunikasi berbeda; yang mempunyai tingkat kepuasan
berbeda dan tingkat kecukupan informasi yang berbeda pula; yang lebih
menyukai dan menggunkan jenis, bentuk dan metode komunikasi yang berbeda
dalam jaringan yang berbeda; yang mempunyai tingkat ketelitian pesan
yang berlainan; dan yang membutuhkan penggunaan tingkat materi dan
energi yang berbeda untuk berkomunikasi efektif (Pace dan Faules,
2006:33).
Meskipun
bermacam-macam persepsi dari para ahli mengenai komunikasi organisasi
ini tapi dari semuanya itu ada beberapa hal yang umum yang dapat
disimpulkan yaitu:
- Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal maupun eksternal
- Komunikasi organisasi meliputi pesan dan arusnya, tujuan, arah dan media.
- Komunikasi organisasi meliputi orang dan sikapnya, perasaannya, hubungannya dan keterampilan atau skilnya.
Dilihat
dari prespektif manajemen, organisasi merupakan elaborasi sekelompok
saluran-saluran yang saling berhubungan, dirancang untuk mengumpulkan,
dan menganalisis menyaring informasi. Komunikasi menyediakan alat-alat
untuk pengambilan keputusan, melaksanakan keputusan menerima umpan balik
an mengoreksi tujuan serta prosedur organisasi. “Apabila komunikasi
berhenti maka aktivitas organisasi akan berhenti. Dengan demikian
tinggallah kegiatan-kegiatan individu yang tidak
terorganisasi”(Suprapto, 2011:106).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar